Senin, 05 November 2012

Peran Keluarga Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia


Peran Keluarga Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia

                Peran keluarga yang saya ketahui dalam pembangunan bangsa indonesia yaitu bagai mana cara kita menunjukan yang terbaik untuk bangsa kita maka dari itu kita sebagai warga negara yang baik atau pelindung keluarga atau warga negara yang baik kita janganlah memandang sebelah mata karena kalau seandainya kita memandang sebelah mata maka keluarga kita akan pecah belah atau hancur.
Kalau kita berbicara masalah karakter bangsa, maka ini akan menyentuh aspek pendidikan dan sosialisasi individu sejak dilahirkan sampai dewasa. Institusi keluarga dan pranata sosial yang ada (sekolah, agama, budaya) menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar penanaman moral individu dapat terlaksana. Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan Lord Channing bahwa “The great hope of society is individual character” (Harapan besar masyarakat adalah kualitas akhlak setiap individu).
Pembangunan karakter berkaitan dengan pembentukan kepribadian individu-individu sejak dini dari dalam keluarga, dan sekolah. Peran keluarga dalam pendidikan, sosialisasi, dan penananam nilai kepada anak adalah sangat besar. Keluarga kokoh adalah keluarga yang dapat memciptakan generasi-generasi penerus yang berkualitas, berkarakter kuat, sehingga menjadi pelaku-pelaku kehidupan masyarakat, dan akhirnya membawa kejayaan sebuah bangsa.
Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa “wanita adalah tiang negara”. Hal ini mirip dengan teori sosiologi yang telah diungkapkan di muka mengenai “keluarga adalah fondasi masyarakat”. Artinya di sini peran wanita dalam keluarga sangat penting sekali. Karena proses pembentukan kepribadian seorang anak sudah dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Ada beberapa kebutuhan fundamental yang harus dipenuhi seorang anak agar dapat berkepribadian baik, dan ini semua sangat tergantung pada peran perempuan sebagai ibu.
Lingkungan yang tidak menyenangkan (penuh dengan stress) akan mempengaruhi kepribadian anak. Hubungan yang tidak bak antara pengasuh dan anak akan meningkatkan kebutuhan protein anak, dan cenderung menurunkan nafsu makan anak, sehingga asupan makanan menjadi lebih sedikit, padahal anak memerlukan makan yang lebih banyak ketika sedang stress. Sebaliknya lingkungan pengasuhan yang menyenangkan akan meningkatkan aktifitas sisetem organ-organ yang sedang berkembang, dan selanjutnya daya serap gizi akan lebih baik, sehingga proses tumbuh kembang bisa mejadi optimal.
Komitmen orang tua dalam pengasuhan anak sangat diperlukan karena optimalisasi semua aspek tumbuh kembang individu pada tahun-tahun pertama kehidupannya sangat tergantung pada stimulasi yang diberikan orangtua. Salah satu contoh yang bisa ditunjukkan adalah kaitan antara stimulasi yang diberikan orang tua dengan  perkembangan bahasa dan  perkembangan pemahaman dunia.
Agar anak tumbuh dan berkembang dengan optimal, dibutuhkan waktu, tenaga, pikiran, pengetahuan, kesabaran, dan sikap yang konsisten dari pengasuh, dalam hal ini orang tua. Pada tahun-tahun pertama kehidupannya, seorang anak membutuhkan orang yang selain berkualitas, juga yang senantiasa siap membantunya kapanpun diperlukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar